Perkembangan tekhnologi
dewasa ini telah mendorong banyak orang dan industri besar dalam
menciptakan berbagai macam barang
- barang yang bersifat cepat saji, seperti makanan instan dalam
kaleng, dan beberapa produk makanan yang menggunakan kemasan plastik. Selain
kemasan yang menarik, makanan atau produk tersebut dapat dengan mudah ditemukan
diseluruh penjuru dunia. Seperti yang kita ketahui, plastik kini menjadi barang
yang tidak terpisahkan bagi kehidupan manusia. Berjuta kantong plastik dan
berbagai produk berbahan plastik digunakan setiap harinya.
Tingginya konsumsi produk berbahan plastik mengakibatkan
jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis,
plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik
diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi
(terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air,
bahkan udara.
Tanah, air, udara
merupakan elemen dasar perkembangbiakan dan sumber kehidupan bagi seluruh
makhluk hidup dimuka bumi ini. Udara sebagai sumber oksigen, tanah dan air merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup, karena
seperti yang kita ketahui rantai makanan berawal dari tumbuhan yang hidup
diatas tanah. Tetapi bagaimana jika
ketiga unsur penting dalam kehidupan makhluk hidup itu tercemar? Tentu akan
banyak sekali dampak yang dihasilkan bagi kelangsungan makhluk yang hidup
dimuka bumi ini.
Dibutuhkan waktu 1000
tahun agar plastik dapat terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang
sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan
air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang
berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik
akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila
terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis,
pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Limbah plastik juga
berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahan yang baik dan
benar. Secara rinci, dampak pencemaran sampah plastik adalah:
1) Penurunan kualitas udara,
dalam sampah yang ditumpuk, akan terjadi reaksi kimia
seperti gas H2S, NH3 dan methane yang jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas)
akan merugikan manusia. Gas H2S 50 ppm dapat mengakibatkan mabuk dan pusing
2) Penurunan kualitas air, karena limbah plastik biasanya
langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah, maka akan dapat
menyebabkan air menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah
3) Kerusakan permukaan tanah,racun-racun dari partikel
plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan –hewan pengurai tanah
seperti cacing
4) Plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke
dalam tanah
5) Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga
menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah
yang mampu meyuburkan tanah
6) Plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang,
dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut.
Banyaknya sampah yang berasal dari produk berbahan plastik dapat
juga menjadi penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air tanggul
sehingga mengakibatkan banjir. Begitu fantastisnya sampah plastik menggunung
dimuka bumi ini, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di
seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik
setiap tahunnya.
Dari berbagai dampak yang ditimbulkan dari pemakaian
produk-produk berbahan plastik tersebut, upaya apa saja yang dapat kita lakukan
agar dapat meminimalisir bahayanya? Diantara lain dengan cara menggalakakan
pemakaian tas-tas yang tidak berbahan plastik, melakukan kampanye penyuluhan
pada masyarakat akan bahaya plastik ini sehingga masyarakat bisa secara aktif
dan sadar untuk mengurangi ketergantungan dan penggunaan plastik.
Penanganan selanjutnya adalah dengan mendaur
ulang limbah sampah plastik, akan tetapi, hal itu
tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap-tahap
pengumpulan, pemisahan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan
paling sulit adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih
mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin ikut berpartisipasi, yaitu
ketika membuang sampah plastik.
Kita tidak dapat memungkiri pentingnya plastik dalam kehidupan
manusia, tetapi alangkah baiknya jika kita dapat dengan bijak menggunakannya,
agar sampah yang ditimbulkan tidak merusak ekosistem makhluk lain dimuka bumi
ini. Dan hendaknya kita semua sadar tentang isu
lingkungan yang penting ini, dan turut berperan sesuai dengan fungsi dan
kemampuan masing-masing demi menjaga kelangsungan kehidupan di muka bumi ini.