Jumat, 12 April 2013

LIMBAH PLASTIK DAN DAMPAKNYA



Perkembangan tekhnologi dewasa ini telah mendorong banyak orang dan industri besar dalam menciptakan  berbagai  macam barang  - barang yang bersifat cepat saji, seperti makanan instan dalam kaleng, dan beberapa produk makanan yang menggunakan kemasan plastik.  Selain kemasan yang menarik, makanan atau produk tersebut dapat dengan mudah ditemukan diseluruh penjuru dunia. Seperti yang kita ketahui, plastik kini menjadi barang yang tidak terpisahkan bagi kehidupan manusia. Berjuta kantong plastik dan berbagai produk berbahan plastik digunakan setiap harinya.
Tingginya konsumsi produk berbahan plastik mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, bahkan udara.
Tanah, air, udara merupakan elemen dasar perkembangbiakan dan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup dimuka bumi ini. Udara sebagai sumber oksigen, tanah dan air merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup, karena seperti yang kita ketahui rantai makanan berawal dari tumbuhan yang hidup diatas tanah.  Tetapi bagaimana jika ketiga unsur penting dalam kehidupan makhluk hidup itu tercemar? Tentu akan banyak sekali dampak yang dihasilkan bagi kelangsungan makhluk yang hidup dimuka bumi ini.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Limbah plastik juga berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahan yang baik dan benar. Secara rinci, dampak pencemaran sampah plastik adalah:
1) Penurunan kualitas udara, dalam sampah yang ditumpuk, akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3 dan methane yang jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia. Gas H2S 50 ppm dapat mengakibatkan mabuk dan pusing
2) Penurunan kualitas air, karena limbah plastik biasanya langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah, maka akan dapat menyebabkan air menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah
3) Kerusakan permukaan tanah,racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan –hewan pengurai tanah seperti cacing
4) Plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah
5) Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah
6) Plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut.
Banyaknya sampah yang berasal dari produk berbahan plastik dapat juga menjadi penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air tanggul sehingga mengakibatkan banjir. Begitu fantastisnya sampah plastik menggunung dimuka bumi ini, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya.
Dari berbagai dampak yang ditimbulkan dari pemakaian produk-produk berbahan plastik tersebut, upaya apa saja yang dapat kita lakukan agar dapat meminimalisir bahayanya? Diantara lain dengan cara menggalakakan pemakaian tas-tas yang tidak berbahan plastik, melakukan kampanye penyuluhan pada masyarakat akan bahaya plastik ini sehingga masyarakat bisa secara aktif dan sadar untuk mengurangi ketergantungan dan penggunaan plastik.
 Penanganan selanjutnya adalah dengan mendaur ulang limbah sampah plastik,  akan tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap-tahap pengumpulan, pemisahan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan paling sulit adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin ikut berpartisipasi, yaitu ketika membuang sampah plastik.
Kita tidak dapat memungkiri pentingnya plastik dalam kehidupan manusia, tetapi alangkah baiknya jika kita dapat dengan bijak menggunakannya, agar sampah yang ditimbulkan tidak merusak ekosistem makhluk lain dimuka bumi ini. Dan hendaknya kita semua sadar tentang isu lingkungan yang penting ini, dan turut berperan sesuai dengan fungsi dan kemampuan masing-masing demi menjaga kelangsungan kehidupan di muka bumi ini.

Sumber Bacaan :